aku akan mendengar bahasa jiwamu seperti pantai
mendengarkan kisah-kisah gelombang.aku akan
mengingatmu seperti orang asing yang
mengenang negeri tercintanya, sebagaimana
orang lapar mengingat pesta jamuan makan,
seperti raja yang turun tahta mengingat masa-
masa kejayaannya, dan seperti seorang tahanan
mengingat masa-masa kesenangan dan kebebasan
aku masih menunggumu, disini, di kota ini, di pintu
kamarmu dengan segala rindu dan segala kata
yang berubah jadi biru. aku masih menunggumu
masih dengan rindu yang gila, dengan semua
bentuk kebutaan yang sama. kau dimana, dan aku
masih menunggumu, disini, di ruang ini, di ruang
itu, di udara kamarmu, di bau tubuh dan semua
pakaianmu, aku menunggumu sampai semua kata
di otakku berubah jadi gila, buyar, hancur, remuk-
redam dan lidahku keluh.